Pulang Basamo

Setelah hampir 14 tahun menikah akhirnya baru sekarang aku menginjak kaki di ranah minang ‘Padang’kampung suamiku tercinta berada.

Selama ini kami selalu pulang kampung ke rumah orang tuaku di jawa timur, sampai-sampai suamiku diledekin saudaranya sebagai orang padang tergadai ha…ha……..

Aku tidak tahu,apakah harus merasa bangga atau kecewa dengan keadaan ini? ah mendingan bangga aja deh he..he… karena suami lebih seneng pulang kekampungku

Rencana pulang kampung ini mendadak saja, berawal dari kakaknya yang cerita mau pulang kampung, kemudian aku nyeletuk : ‘Pa kita ikut yuk!’ tanpa disangka suamiku bilang : ‘ya udah pesen aja sekalian tiketnya’

Hore!! anak2ku girang mendengarnya, nanti sekolah anak2 gimana ma? Ah bolos aja deh kataku, kapan lagi ada kesempatan seperti ini, ah……..aku hanya seorang istri biasa

Tidak disangka ternyata rencana ini menggoda anggota keluarga yang lain, akhirnya yang memutuskan pergi kepadang ada 27 orang! dengan komposisi 11 anak2 dan 16 dewasa, Alhamdulillah akhirnya kita PULANG BASAMO

Wah heboh banget diBandara, dari check in sampai pembagian kursi selalu ribut dan heboh, terutama anak2 yang berebut untuk duduk deket jendela, wah kalo inget film home alone seperti itulah gambaran keluarga kami, untung tidak ada yang anak yang ketinggalan, tapi ada yang mau terbawa masuk ke bagasi barang gara-gara ngikutin kopernya ha..ha..

Didalam pesawat, ketika tanda fastenseatbelt padam, anak yang masih balita (5 orang) langsung main dan lari-lari dikoridor pesawat, wah udah kaya taman bermain, dan kita sebagai orang tua tiada henti mulut ini berucap ; ‘Maaf ya pak,maaf ya bu’ kepada para penumpang lainā™„

Bahkan ketika anakku lompat-lompat, ada seorang ibu dengan muka pucat bilang : ‘aduh jangan loncat-loncat dong! nanti pesawatnya jatuh’ kita merinding juga mendengarnya, tapi ternyata tidak mudah melarang anak2 menghentikan aktivitasnya, sampai suamiku bilang : ‘wah, ma kayaknya, kita bukan liburan nih, tapi ngasuh anak-anak! handle mereka dong ma! aku langsung jawab ; ‘ bikin anaknya kan berdua, ngasuhnya juga berdua dong! ah…….. aku hanya seorang istri biasa

Aku ga bisa bayangin 5 hari kedepan menyusuri sumatra barat dengan rombongan 27 orang ini, dimana didalamnya banyak pemimpin, pasti dalam menentukan route akan banyak pendapat yang berbeda, belum lagi menghandle 11 anak, yang notabene kita semua gak bawa pengasuh. semoga semua lancar dan menyenangkan amin!

Mam, aku berasal dari mana sih?

Karena kantor mama papa ada diJakarta, jadi hari ini libur karena ada PILKADA, tapi karena rumah kami tidak dijakarta, dan anak-anak tidak libur sekolah, maka kami buat agenda hari ini akan jemput anak-anak sekolah sekalian makan diluar.

wah anak-anak senang sekali mendengar rencana kami yang akan menjemput mereka pulang sekolah, maklum selama ini mama papanya selalu pulang malem, wah PILKADA membawa berkah kata mereka.

Kami sengaja menjemput anak-anak sebelum bel pulang karena kami berfikir bahwa hari ini bakal banyak orang tua yang libur dan pasti banyak pula yang punya rencana menjemput anak-anak mereka dan tentunya hal ini berimbas pada jumlah mobil yang akan parkir dihalaman sekolah hari ini.

Benar saja, kalo saja kami terlambat sedikit pasti tidak kebagian parkir dan harus parkir jauh-jauh dari sekolah dan harus jalan agak jauh kesekolah dan harus bayar uang keamanan pula (walaupun keamanan tidak dijamin)

Seperti janji tadi pagi, sepulang sekolah kami makan diluar bersama-sama.

Ketika sedang makan anakku tiba-tiba nyeletuk : Mam aku ini asalnya dari mana sih? Aku dan suamiku sempat tersedak dan saling berpandangan beberapa saat… bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti seorang anak kelas 4 SD.

Setelah kami diam beberapa saat….

Akhirnya suamiku menjawab : Begini, dulu mama dan papa kan saling menyayangi lalu mama dan papa menikah lalu….lalu…lalu….bla..bla… sampai terjawab pertanyaan bagaimana dia bisa lahir didunia

Akhirnya terjawablah pertanyaan anakku dengan jelas dan padat, aku aja sampai kagum pada suamiku atas pemilihan kata-katanya dalam menjawab pertanyaan anakku, aku aja yang ditanya sempet ga bisa ngomong, ah aku hanya seoang istri biasa.

Tapi anakku kok malah keliatan ga puas dengan jawaban yang diberikan suamiku, dan berkata : Pa, tadi si umar ditanya bu guru asalnya dari mana dia jawab dari Jawa, lalu si Asep dari sunda, dan si Berto dari Ambon, lha aku ini asalnya dari mana ? soalnya mama kan dari jawa dan papa dari padang?

Gedubraaa..aakk??!!! wakak..kak…. Eh alah kok interpretasi kita terlalu jauh ya ha..ha….

 

1 suami 2 istri 3 anak : AKUR

Anak-anaku memanggil aku selalu dengan sebutan mamaendang, hal ini pernah membuat heran temanku dan bertanya ke anakku ; kenapa sih manggilnya kok mamendang? kenapa gak manggil mama aja?

 

Anakku menjawab : tante, kalo saya panggil mama aja, kan bingung soalnya banyak kan mama-mama yang lain, tapi kalo aku teriak mamaendang!! maka yang nengok pasti mamaendang aja, mama yang lain tidak perlu menanggapi panggilanku. hmm jawaban yang cukup masuk akal

 

Tetapi sebenarnya bukan itu maksudku mengajari anak-anaku memanggil aku dengan sebutan mamaendang.

 

Aku punya banyak ponakan dari kakak dan adik iparku, nah supaya kami semua akrab kami sepakat bahwa tidak ada beda antara anak dan ponakan sehingga dalam keluarga kami tidak ada istilah tante, om, bude, pakde, mak etek, pak etek, mak uwo, pak uwo, paklik, bulik, paman, bibi, dan sebagainya

Sehingga anak-anakku selain punya mamaendang dan pawan juga punya punya mama iza, mamaning, mamapi, bundais, bundai’, papadi, papano, papaman, dan ayahvan, ibuknik, bapakyok, bunuk, ayahnul dan ternyata dengan panggilan ini kami jadi dekat dan sayang dengan semua keponakan tanpa membedakan kasih sayangnya dengan anak

Suatu hari aku(mamaendang), dua anakku(irma dan aldo), satu keponakannku(andi), satu kakak iparku(mamaiza) dan suamiku(pawan) pergi ke jawa dengan kereta api, kami mengambil 6 tempat duduk, 4 kursi kami buat berhadapan, yg 2 kursi diseberang lorong

Disepanjang perjalanan anak-anak sangat gembira dan tiada henti-henti bercanda sehingga cukup menarik perhatian penumpang lain digerbong kami, karena suara mereka yang kadang cukup keras, sering kali terdengar kalimat-kalimat :

– Pawan tolong dong selimutku

– Mama iza minta kue yang ada kejunya dong

Mamaendang bacain cerita dong

– dan bla… bla…. yg jelas kata-kata pawan, mamaiza dan mamaendang terdengar berulang-ulang dikumanangkan dari mulut anak-anak, dan menggema ditelinga para penumpang digerbong kami, (unutng ga da yang complain berisik, ada kali tapi ngedumel he..he..)

Kereta berjalan dengan ritme yang stabil dan hampir tidak terasa goyangannya

Namun Karena dingin AC kereta membuat aku berulang-ulang ketoilet, dan saat mau keluar dari toilet (setelah kesekian kalinya ketoilet) dan mau membuka pintu, tiba-tia tanpa sengaja aku mendegar suara orang bercakap didepan pintu toilet, yang membuat aku mengurungkan niat untuk keluar,

 

Begini obrolan yang kudengar : ‘Gila ya, hebat banget yang namanya pawan itu, bisa mengakurkan 2 istrinya yang bernama mamaendang dan mamaiza, ngiri deh’ Gedubraaa…akk matek aku, jadi gara2 panggilan mama ini membuat orang berpikir kita istri muda dan istri tua ha..ha…

 

Monggo…..bayangkan sendiri wajah kedua pengosip tersebut ketika melihat mukaku nonggol keluar dari pintu toilet?????

Cerita belum selesai,

 

Ketika berjalan dari toilet untuk menuju ketempat dudukku, terpaksa aku harus berhenti sejenak karena, ada suara dikursi (2 kursi dibelakang kami) yang hendak kulewati : ‘Eh kayaknya mereka itu istri tua dan istri muda ya !’ Gedubraa..kkk lagi!! untung.. gw ga jatuh gedubrak…

Ah seandainya benar suamiku punya istri 2, siapkah aku? bisakah aku akur dengan maduku? bisakah aku menyayangi anak2 tiriku? Ah kayakya berat dan belum bisa, Ah aku hanya seorang istri biasa……

‘CEMILAN’

Mam, nanti malam aku mau nonton pertandingan Bola antara arab Saudi dan Indonesia.

Siapin teh tubruk dan ‘CEMILAN’ untuk temeni nonton ya….

Anakku tiba-tiba nyeletuk : Apa sih cemilan itu

Suamiku menjawab dengan serius : ‘ Cemilan adalah makanan kecil yang bla…..bla….bla……. sampai sekitar hampir dua iklan udah selesai tayang di layar TV, saking panjangnya penjelasan suamiku (mungkin supaya anakku jelas)

Tapi anakku malah menyahut : cemilan itu cecudah celapan dan cebelum cepuluh wakak…kak… Gedubrak…

Ilang deh selera suamiku nonton bola, sebagai istri gua harus bertanggung jawab untuk memunculkan selera itu lagi, gimana dong?

Ah aku hanya seorang istri biasa……………………..

Memutuskan jadi seorang ISTRI

 

Menikah dan menjadi seorang istri, bukan keputusan yang sederhana dan gampang

Dilingkunganku, lingkungan anda dan lingkungan kita semua, banyak wanita yang memutuskan untuk mengabdi kepada orang yang bernama suami diusia belia, tapi tak jarang pula para wanita yang sudah tidak muda lagi belum juga memutuskan untuk menyandang gelar Nyonya, apalagi yang sudah mapan secara materi semakin banyak yang memilih untuk tetap melajang, bahkan tidak sedikit yang wanita yang berani untuk memutuskan menjadi pendamping suami walaupun bukan dia yang pertama alias sebagai istri muda.

Bahkan ada juga yang memutuskan lebih baik tinggal bersama tanpa harus menikah alias jadi istri simpanan

Wallahualam, itu semua adalah pilihan……..

Disini mari kita berbagi cerita :

Bagi para istri : Alasan apa yang anda perimbangkan ketika memutuskan menikah (memilih) suami anda sekarang?

Bagi para suami : kira-kira alasan apa ya (menurut anda) kok istri anda mau memutuskan menikah sama anda?

Bagi para jomblo : Why…………….???

Bagi istri muda dan suami beristri lebih dari 1 : Monggo……………berbagi cerita

Kujual CINCIN BERLIAN hadiah ultah perkawinan-ku,

Seminggu yang lalu adalah ulang tahun perkawinan kami yang ke………….(Rahasia yang jelas Alhamdulillah kami masih bisa mempertahankan kemesraan kami)

Sebenarnya kami tidak terlalu menyakralkan peringatan hari perkawinan kami karena kami merasa semua hari-hari yang kami lewati begitu istimewa indah dan mesra sehingga tidak perlu menunggu hari istimewa ini

Tetapi rupanya tahun ini suamiku ingin bikin kejutan, tiba-tiba diciumnya keningku saat bangun tidur dihari ulang tahun perkawinan kami (padahal aku tidak terlalu ingat tgl tersebut) dan menyematkan sebuah cincin berlian di jariku, sambil berbisik ‘Alhamdulillah sayang, kita bisa melalui perkawinan kita sampai tahun ke……..’

Sempat kulirik tempat cincin yang didalamnya ada surat sertifikat, iseng-iseng kubuka ternyata harga cincinku 15 juta, Astaga mahal juga untuk ukuranku

Hari ini seminggu setelah ulang tahun hari pernikahan kami, suamiku bilang mau pinjam cincinku………….. Lho…….. buat apa???…….??

Begini ceritanya :

Ketika sedang berjalan-jalan disebuah mall, tiba-tiba suamiku melihat Ada penawaran sale berlian sampai 70%. suamiku tertarik untuk beli (sebelumnya tidak pernah tertarik dengan berlian) dan berniat berliannya akan dijual lagi dengan harapan memperoleh kelebihan dari discount tersebut.

Akhirnya dibelilah cincin seharga 15 juta plus discount 70% sehingga cukup dibayar dengan 4,5jt saja. Eh Tiba-tiba kok suamiku inget besok adalah hari ulang tahun perkawinan kami, maka dia berinisiatif sebelum dijual dihadiahkan dulu padaku.

Mendengar cerita itu aku gak marah, malah langsung ngajak suamiku jual cincin tersebut dan…… ternyata cincinnya laku 6 jt, walah gedhe banget untungnya, lalu aku ngajak suamiku beli lagi cincin yang pake discoun 70%……………….. eh ternyata promosi discountnya dah habis hik..hikk…

Eee…alaaahh…….Memang aku belum pantes pake berlian, tapi paling ga dimata suamiku aku adalah istri yang luar biasa……..

Siapa yang harus menelpon duluan?

Menikah adalah suatu keputusan untuk menanggung konsekwensi untuk menyatukan 2 keluarga yang berbeda, kita tidak bisa hanya menyintai suami kita saja, tetapi seluruh keluarga besarnya harus kita terima dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Kita juga harus bisa membuat suami kita mau menerima seluruh keluarga besar kita dengan segala kebaikan dan keburukannya

Apakah itu suatu hal yang mudah? tentu saja tidak! itulah salah satu perjuangan para istri!

Setelah menikah kita mempunyai 2 orang tua yang harus kita perlakukan sama, kita harus bisa membuat para besan-berbesan ini baik hubungannya.

Karena jarak yang jauh terkadang komunikasi hanya bisa dilakukan dengan bantuan alat telekomunikasi yang bernama telepon (thanks to Graham bell)

Bila ada moment-moment tertentu (ulang tahun, menjelang puasa, lebaran) kita ingin orang tua dan mertua kita saling berkomunikasi, tetapi siapa yang harus menelpon duluan? mau meminta orang tua kok ga enak, mau minta ke mertua kok sungkan? jadi kalo kedua fihak ga ada inisiatif gimana dong?

Sebagai istri Akhirnya saya punya ide, saya yang menelpon orang tuaku (dari rumah mertuaku) Halo? Ibu? bu, ini ibu mertua mau bicara, eh iya hari ini ibu mertua ulang tahun lho.

Lalu aku panggil ibu mertuaku sambil berkata : Bu mertua ada telpon dari ibu, mau ngucapin ulang tahun.

Ibu mertuaku dengan wajah gembira menyambut telpon ditanganku sambil berkata :, ah besan yang penuh perhatian’ lalu ibu dan ibu mertuaku asyik berbicara ditelepon dengan mesra tanpa harus ‘ada yang memulai untuk menelpon’

Hal inipun jadi kebiasaan yang kulakukan pada moment2 lain seperti puasa dan lebaran,

Mau ikutan mencoba? monggo….

Suamiku hanya tersenyum melihat semua usahaku sambil berkata, ‘ kamu memang istri luar biasa’

laki-laki kencing berdiri

ma, kenapa sih laki-laki kok kalo kencing berdiri?

aku tertegun sejenak, dan sampai beberapa saat masih belum bisa menjawab pertanyaan anakku yang masih balita.

Kenapa ya? pikirku sambil memikirkan suamiku, Lho…? iya aku membayangkan kenapa suamiku kok kencingnya berdiri, sebagai istri yang luar biasa tentunya tahu alasan apa yang membuat suaminya melakukan sesuatu (kencing. red)

Akhirnya aku menyerah, ga tahu jawabnya, ah…. aku hanya seorang istri biasa.

‘Soalnya, kalo laki-laki kencing sambil jongkok, nanti panjang-panjangnya kena lantai’ jawab anakku tanpa menoleh padaku

wakakak..kak… ha..ha…tak pernah terpikir dibenakku…… ternyata aku memang hanya seorang istri biasa