Dilarang memberi pengemis, pengamen,pengasong

Eh jangan maen-maen loh, katanya sekarang udah mulai diberlakukan undang2 tentang pelarangan untuk memberi kepada pengemis, pengamen dan pengasong dilampu merah

waduh….. celaka nih, bisa-bisa kita yang tadinya mau membantu malah bisa2 kena denda atau bahkan mungkin bisa masuk penjara, kabur……….

Sebenernya sebel juga kalo pas lliat dijalan ada perempuan atau laki-laki yang masih muda (tapi pura2 tua dengan pakaian gembel) dan sebenernya masih kuat bekerja, tapi karena malas dan lebih enak menengadahkan tangan dari pada menyingsingkan lengan untuk bekerja, selintas aku jadi ingat pembantu dirumah yang udah separuh baya tapi rajin mengerjakan pekerjaan rumah, kalo udah begitu langsung lenyap selera untuk memberi mereka, ah… mendingan beliin sesuatu untuk pembantu aja deh.

Tapi kalo liat pengemis yang cacat (atau pura2? Walllahu alam) aku kasian juga, karena lapangan kerja mereka memang tidak banyak, dan paling sedih liat pengemis anak-anak karena kita tahunya bahwa penghasilan mereka pasti dipalak oleh oknum yang mempekerjakan mereka

Karena itu aku selalu fokus memberi ke anak2 pengemis tetapi aku tidak pernah memberi mereka uang, tetapi aku selalu menyiapkan susu kotak dimobil dan memberikan pada mereka dengan harapan dapat langsung dikonsumsi mereka dan tidak perlu disetor ke bos yang mempekerjakan mereka, hal ini juga untuk membantu menyehatkan anak2 jalanan.

Gimana tips saya ini? lumanayan kan? Komentar suamiku : ah kamu memang istri yang luar biasa…….

Ngomong2 kalo memberi susu/makanan dan bukan uang apa juga akan kena priitt?

1 suami 2 istri 3 anak : AKUR

Anak-anaku memanggil aku selalu dengan sebutan mamaendang, hal ini pernah membuat heran temanku dan bertanya ke anakku ; kenapa sih manggilnya kok mamendang? kenapa gak manggil mama aja?

 

Anakku menjawab : tante, kalo saya panggil mama aja, kan bingung soalnya banyak kan mama-mama yang lain, tapi kalo aku teriak mamaendang!! maka yang nengok pasti mamaendang aja, mama yang lain tidak perlu menanggapi panggilanku. hmm jawaban yang cukup masuk akal

 

Tetapi sebenarnya bukan itu maksudku mengajari anak-anaku memanggil aku dengan sebutan mamaendang.

 

Aku punya banyak ponakan dari kakak dan adik iparku, nah supaya kami semua akrab kami sepakat bahwa tidak ada beda antara anak dan ponakan sehingga dalam keluarga kami tidak ada istilah tante, om, bude, pakde, mak etek, pak etek, mak uwo, pak uwo, paklik, bulik, paman, bibi, dan sebagainya

Sehingga anak-anakku selain punya mamaendang dan pawan juga punya punya mama iza, mamaning, mamapi, bundais, bundai’, papadi, papano, papaman, dan ayahvan, ibuknik, bapakyok, bunuk, ayahnul dan ternyata dengan panggilan ini kami jadi dekat dan sayang dengan semua keponakan tanpa membedakan kasih sayangnya dengan anak

Suatu hari aku(mamaendang), dua anakku(irma dan aldo), satu keponakannku(andi), satu kakak iparku(mamaiza) dan suamiku(pawan) pergi ke jawa dengan kereta api, kami mengambil 6 tempat duduk, 4 kursi kami buat berhadapan, yg 2 kursi diseberang lorong

Disepanjang perjalanan anak-anak sangat gembira dan tiada henti-henti bercanda sehingga cukup menarik perhatian penumpang lain digerbong kami, karena suara mereka yang kadang cukup keras, sering kali terdengar kalimat-kalimat :

– Pawan tolong dong selimutku

– Mama iza minta kue yang ada kejunya dong

Mamaendang bacain cerita dong

– dan bla… bla…. yg jelas kata-kata pawan, mamaiza dan mamaendang terdengar berulang-ulang dikumanangkan dari mulut anak-anak, dan menggema ditelinga para penumpang digerbong kami, (unutng ga da yang complain berisik, ada kali tapi ngedumel he..he..)

Kereta berjalan dengan ritme yang stabil dan hampir tidak terasa goyangannya

Namun Karena dingin AC kereta membuat aku berulang-ulang ketoilet, dan saat mau keluar dari toilet (setelah kesekian kalinya ketoilet) dan mau membuka pintu, tiba-tia tanpa sengaja aku mendegar suara orang bercakap didepan pintu toilet, yang membuat aku mengurungkan niat untuk keluar,

 

Begini obrolan yang kudengar : ‘Gila ya, hebat banget yang namanya pawan itu, bisa mengakurkan 2 istrinya yang bernama mamaendang dan mamaiza, ngiri deh’ Gedubraaa…akk matek aku, jadi gara2 panggilan mama ini membuat orang berpikir kita istri muda dan istri tua ha..ha…

 

Monggo…..bayangkan sendiri wajah kedua pengosip tersebut ketika melihat mukaku nonggol keluar dari pintu toilet?????

Cerita belum selesai,

 

Ketika berjalan dari toilet untuk menuju ketempat dudukku, terpaksa aku harus berhenti sejenak karena, ada suara dikursi (2 kursi dibelakang kami) yang hendak kulewati : ‘Eh kayaknya mereka itu istri tua dan istri muda ya !’ Gedubraa..kkk lagi!! untung.. gw ga jatuh gedubrak…

Ah seandainya benar suamiku punya istri 2, siapkah aku? bisakah aku akur dengan maduku? bisakah aku menyayangi anak2 tiriku? Ah kayakya berat dan belum bisa, Ah aku hanya seorang istri biasa……

Memutuskan jadi seorang ISTRI

 

Menikah dan menjadi seorang istri, bukan keputusan yang sederhana dan gampang

Dilingkunganku, lingkungan anda dan lingkungan kita semua, banyak wanita yang memutuskan untuk mengabdi kepada orang yang bernama suami diusia belia, tapi tak jarang pula para wanita yang sudah tidak muda lagi belum juga memutuskan untuk menyandang gelar Nyonya, apalagi yang sudah mapan secara materi semakin banyak yang memilih untuk tetap melajang, bahkan tidak sedikit yang wanita yang berani untuk memutuskan menjadi pendamping suami walaupun bukan dia yang pertama alias sebagai istri muda.

Bahkan ada juga yang memutuskan lebih baik tinggal bersama tanpa harus menikah alias jadi istri simpanan

Wallahualam, itu semua adalah pilihan……..

Disini mari kita berbagi cerita :

Bagi para istri : Alasan apa yang anda perimbangkan ketika memutuskan menikah (memilih) suami anda sekarang?

Bagi para suami : kira-kira alasan apa ya (menurut anda) kok istri anda mau memutuskan menikah sama anda?

Bagi para jomblo : Why…………….???

Bagi istri muda dan suami beristri lebih dari 1 : Monggo……………berbagi cerita

Kujual CINCIN BERLIAN hadiah ultah perkawinan-ku,

Seminggu yang lalu adalah ulang tahun perkawinan kami yang ke………….(Rahasia yang jelas Alhamdulillah kami masih bisa mempertahankan kemesraan kami)

Sebenarnya kami tidak terlalu menyakralkan peringatan hari perkawinan kami karena kami merasa semua hari-hari yang kami lewati begitu istimewa indah dan mesra sehingga tidak perlu menunggu hari istimewa ini

Tetapi rupanya tahun ini suamiku ingin bikin kejutan, tiba-tiba diciumnya keningku saat bangun tidur dihari ulang tahun perkawinan kami (padahal aku tidak terlalu ingat tgl tersebut) dan menyematkan sebuah cincin berlian di jariku, sambil berbisik ‘Alhamdulillah sayang, kita bisa melalui perkawinan kita sampai tahun ke……..’

Sempat kulirik tempat cincin yang didalamnya ada surat sertifikat, iseng-iseng kubuka ternyata harga cincinku 15 juta, Astaga mahal juga untuk ukuranku

Hari ini seminggu setelah ulang tahun hari pernikahan kami, suamiku bilang mau pinjam cincinku………….. Lho…….. buat apa???…….??

Begini ceritanya :

Ketika sedang berjalan-jalan disebuah mall, tiba-tiba suamiku melihat Ada penawaran sale berlian sampai 70%. suamiku tertarik untuk beli (sebelumnya tidak pernah tertarik dengan berlian) dan berniat berliannya akan dijual lagi dengan harapan memperoleh kelebihan dari discount tersebut.

Akhirnya dibelilah cincin seharga 15 juta plus discount 70% sehingga cukup dibayar dengan 4,5jt saja. Eh Tiba-tiba kok suamiku inget besok adalah hari ulang tahun perkawinan kami, maka dia berinisiatif sebelum dijual dihadiahkan dulu padaku.

Mendengar cerita itu aku gak marah, malah langsung ngajak suamiku jual cincin tersebut dan…… ternyata cincinnya laku 6 jt, walah gedhe banget untungnya, lalu aku ngajak suamiku beli lagi cincin yang pake discoun 70%……………….. eh ternyata promosi discountnya dah habis hik..hikk…

Eee…alaaahh…….Memang aku belum pantes pake berlian, tapi paling ga dimata suamiku aku adalah istri yang luar biasa……..