Ma………. kak pipin jorok

Seperti biasa pulang kantor aku tiduran dan aku suka bercerita sama anak bungsuku yang baru berumur hampir 4 tahun, setelah aku cerita tentang binatang-binatang khayalan yang bisa membuat dia terpingkal-pingkal gantian dia yang cerita tentang kegiatannya disekolah tadi pagi

Tiba-tiba dia nyeletuk : ma tadi kak pipin jorok (pipin adalah anak tetangga yang sering main kerumah yang masih duduk di SD), mereka salah satu tetangga kami yg paling baik, seluruh keluarganya sayang sama anak bungsuku ini, hampir seperti anaknya sendiri

Lalu aku bertanya : jorok kenapa?

“tadi dia buka-buka celananya” jawab anakku

“Ya udah, kamu ga usah ikut-ikutan ya?’ kataku menenangkan, dan berfikir ah ini biasa dikalangan anak-anak seusia mereka

Lalu kami cerita-cerita ngalor ngidul lagi sambil ketawa-tawa, sampai akhirnya aku seperti disamber geledek ketika anakku bilang ; ‘Aku disuruh kak pin isep burungnya ma!’

Dengan menahan nafas aku nanya lagi tentang ucapan anakku, dan dia bercerita seolah-olah pipin yang nakal, lalu aku meyakinkan lagi dengan bertanya : Tapi kamu ga mau melakukan kan?

“ga mau. ah ma, aku gak mau kalo disuruh kak pin, tapi dia paksa-paksa terus….

Dengan menahan dada yang masih bergetar aku alihkan pembicaraan kami dengan topik lain, tapi aku gak konsen dan kembali bertanya kepad anakku : ‘Kamu gak pernah melakukannya kan?

dengan ketakutan dia jawab : Aku ga sengaja ma………

Sekali lagi aku bertanya dan jawabnya sama : tapi aku ga sengaja ma………

Seperti disambar petir dsiang bolong aku mendengarnya, dengan menahan tangis aku peluk erat anakku, Aku gundah, apa yang harus aku lakukan? langsung memanggil pipin dan menanyakan hal ini? atau aku bilang sama emaknya pipin? ah aku bingung harus bagaimana, bagaimanapun aku tidak ingin merusak suasana kekeluargaan dengan tetanggaku yang paling baik selama ini

Aku ingin cerita ke suami tapi udah bisa kubayangkan jawabannyan : Makanya, kamu ga usah kerja, dirumah aja ngurusin anak…………..

Siapkah aku dengan jawaban suamiku ini? Ah…. Aku hanya istri biasa dan bukan istri luar biasa

Can you help me please!

Iklan

Pulang Basamo

Setelah hampir 14 tahun menikah akhirnya baru sekarang aku menginjak kaki di ranah minang ‘Padang’kampung suamiku tercinta berada.

Selama ini kami selalu pulang kampung ke rumah orang tuaku di jawa timur, sampai-sampai suamiku diledekin saudaranya sebagai orang padang tergadai ha…ha……..

Aku tidak tahu,apakah harus merasa bangga atau kecewa dengan keadaan ini? ah mendingan bangga aja deh he..he… karena suami lebih seneng pulang kekampungku

Rencana pulang kampung ini mendadak saja, berawal dari kakaknya yang cerita mau pulang kampung, kemudian aku nyeletuk : ‘Pa kita ikut yuk!’ tanpa disangka suamiku bilang : ‘ya udah pesen aja sekalian tiketnya’

Hore!! anak2ku girang mendengarnya, nanti sekolah anak2 gimana ma? Ah bolos aja deh kataku, kapan lagi ada kesempatan seperti ini, ah……..aku hanya seorang istri biasa

Tidak disangka ternyata rencana ini menggoda anggota keluarga yang lain, akhirnya yang memutuskan pergi kepadang ada 27 orang! dengan komposisi 11 anak2 dan 16 dewasa, Alhamdulillah akhirnya kita PULANG BASAMO

Wah heboh banget diBandara, dari check in sampai pembagian kursi selalu ribut dan heboh, terutama anak2 yang berebut untuk duduk deket jendela, wah kalo inget film home alone seperti itulah gambaran keluarga kami, untung tidak ada yang anak yang ketinggalan, tapi ada yang mau terbawa masuk ke bagasi barang gara-gara ngikutin kopernya ha..ha..

Didalam pesawat, ketika tanda fastenseatbelt padam, anak yang masih balita (5 orang) langsung main dan lari-lari dikoridor pesawat, wah udah kaya taman bermain, dan kita sebagai orang tua tiada henti mulut ini berucap ; ‘Maaf ya pak,maaf ya bu’ kepada para penumpang lainā™„

Bahkan ketika anakku lompat-lompat, ada seorang ibu dengan muka pucat bilang : ‘aduh jangan loncat-loncat dong! nanti pesawatnya jatuh’ kita merinding juga mendengarnya, tapi ternyata tidak mudah melarang anak2 menghentikan aktivitasnya, sampai suamiku bilang : ‘wah, ma kayaknya, kita bukan liburan nih, tapi ngasuh anak-anak! handle mereka dong ma! aku langsung jawab ; ‘ bikin anaknya kan berdua, ngasuhnya juga berdua dong! ah…….. aku hanya seorang istri biasa

Aku ga bisa bayangin 5 hari kedepan menyusuri sumatra barat dengan rombongan 27 orang ini, dimana didalamnya banyak pemimpin, pasti dalam menentukan route akan banyak pendapat yang berbeda, belum lagi menghandle 11 anak, yang notabene kita semua gak bawa pengasuh. semoga semua lancar dan menyenangkan amin!

Siapa yang harus menelpon duluan?

Menikah adalah suatu keputusan untuk menanggung konsekwensi untuk menyatukan 2 keluarga yang berbeda, kita tidak bisa hanya menyintai suami kita saja, tetapi seluruh keluarga besarnya harus kita terima dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Kita juga harus bisa membuat suami kita mau menerima seluruh keluarga besar kita dengan segala kebaikan dan keburukannya

Apakah itu suatu hal yang mudah? tentu saja tidak! itulah salah satu perjuangan para istri!

Setelah menikah kita mempunyai 2 orang tua yang harus kita perlakukan sama, kita harus bisa membuat para besan-berbesan ini baik hubungannya.

Karena jarak yang jauh terkadang komunikasi hanya bisa dilakukan dengan bantuan alat telekomunikasi yang bernama telepon (thanks to Graham bell)

Bila ada moment-moment tertentu (ulang tahun, menjelang puasa, lebaran) kita ingin orang tua dan mertua kita saling berkomunikasi, tetapi siapa yang harus menelpon duluan? mau meminta orang tua kok ga enak, mau minta ke mertua kok sungkan? jadi kalo kedua fihak ga ada inisiatif gimana dong?

Sebagai istri Akhirnya saya punya ide, saya yang menelpon orang tuaku (dari rumah mertuaku) Halo? Ibu? bu, ini ibu mertua mau bicara, eh iya hari ini ibu mertua ulang tahun lho.

Lalu aku panggil ibu mertuaku sambil berkata : Bu mertua ada telpon dari ibu, mau ngucapin ulang tahun.

Ibu mertuaku dengan wajah gembira menyambut telpon ditanganku sambil berkata :, ah besan yang penuh perhatian’ lalu ibu dan ibu mertuaku asyik berbicara ditelepon dengan mesra tanpa harus ‘ada yang memulai untuk menelpon’

Hal inipun jadi kebiasaan yang kulakukan pada moment2 lain seperti puasa dan lebaran,

Mau ikutan mencoba? monggo….

Suamiku hanya tersenyum melihat semua usahaku sambil berkata, ‘ kamu memang istri luar biasa’