Tak Diberi Nafkah Batin

Disalah satu tabloid wanita minggu ini didalam rubrik tanya jawab, cukup menarik topiknya yaitu bertahun-tahun tidak diberi nafkah batin. alkisah ada seorang istri yang setelah kelahiran anak pertamanya, secara perlahan mulai dikurangi jatah ‘batinnya’ oleh sang suami

Padahal mereka berdua tidak ada masalah dan hubungan mereka dalam mengelola rumah tangga dan mengurus anak mereka baik-baik saja, tetapi sang suami tidak pernah berniat menfkahi istrinya padahal sang suami dalam keadaan sehat dan juga tidak punya wanita idaman lain

Setiap si istri mengajak sangsuami untuk membicarakan hal ini, selalu berakhir dengan kebuntuan dan tiad jawab penyebab semua ini,

Yang menarik dalam rubrik ini adalah konsultan dimajalah tersebut malah menceritakan bahwa ada seorang suami yang karena merasa tidak mampu menafkahi istrinya, dia rela mencarikan laki2 lain pilihannya untuk memuaskan kebutuhan istrinya. astafirullahaladzim.

Kalo kita yang berada diposisi sebagai istri seperti cerita diatas, apa yang harus kita lakukan???spiderman.gif

Pembantu Rektor VS Wakil Rektor

Hari ini ada acara pelantikan dan serah jabatan Wakil Rektor (yang pasti bukan saya he.. but maybe next time ya?) yang dulu namanya adalah pembantu rektor tetapi sekarang diganti menjadi wakil rektor, kenapa?

Rektor dalam sambutannya memberi sedikit joke :

Dahulu ada seorang pembantu rektor yang rumahnya dibobol maling, kemudian pembantu rektor tersebut lapor ke kantor polisi.

Berikut petikan percakapan antara polisi dan Pembantu Rektor (Purek)

Polisi : ada apa pak?

Purek : rumah kami kemalingan pak

polisi : pekerjaan bapak?

Purek : Pembantu rektor

polisi : bapak itu kerjanya apa aja sih? makanya jangan tidur aja, sebagai pembantu harusnya jaga rumah supaya rumah rektor gak kemalingan….

purek : hah…………………

mungkin dari ilustrasi tersebut akhirnya ditempat kerjaku sekarang pembantu Rektor (Purek) diganti menjadi Wakil Rektor (Warek)

sasuke.gif

Dilarang memberi pengemis, pengamen,pengasong

Eh jangan maen-maen loh, katanya sekarang udah mulai diberlakukan undang2 tentang pelarangan untuk memberi kepada pengemis, pengamen dan pengasong dilampu merah

waduh….. celaka nih, bisa-bisa kita yang tadinya mau membantu malah bisa2 kena denda atau bahkan mungkin bisa masuk penjara, kabur……….

Sebenernya sebel juga kalo pas lliat dijalan ada perempuan atau laki-laki yang masih muda (tapi pura2 tua dengan pakaian gembel) dan sebenernya masih kuat bekerja, tapi karena malas dan lebih enak menengadahkan tangan dari pada menyingsingkan lengan untuk bekerja, selintas aku jadi ingat pembantu dirumah yang udah separuh baya tapi rajin mengerjakan pekerjaan rumah, kalo udah begitu langsung lenyap selera untuk memberi mereka, ah… mendingan beliin sesuatu untuk pembantu aja deh.

Tapi kalo liat pengemis yang cacat (atau pura2? Walllahu alam) aku kasian juga, karena lapangan kerja mereka memang tidak banyak, dan paling sedih liat pengemis anak-anak karena kita tahunya bahwa penghasilan mereka pasti dipalak oleh oknum yang mempekerjakan mereka

Karena itu aku selalu fokus memberi ke anak2 pengemis tetapi aku tidak pernah memberi mereka uang, tetapi aku selalu menyiapkan susu kotak dimobil dan memberikan pada mereka dengan harapan dapat langsung dikonsumsi mereka dan tidak perlu disetor ke bos yang mempekerjakan mereka, hal ini juga untuk membantu menyehatkan anak2 jalanan.

Gimana tips saya ini? lumanayan kan? Komentar suamiku : ah kamu memang istri yang luar biasa…….

Ngomong2 kalo memberi susu/makanan dan bukan uang apa juga akan kena priitt?