Memutuskan jadi seorang ISTRI


 

Menikah dan menjadi seorang istri, bukan keputusan yang sederhana dan gampang

Dilingkunganku, lingkungan anda dan lingkungan kita semua, banyak wanita yang memutuskan untuk mengabdi kepada orang yang bernama suami diusia belia, tapi tak jarang pula para wanita yang sudah tidak muda lagi belum juga memutuskan untuk menyandang gelar Nyonya, apalagi yang sudah mapan secara materi semakin banyak yang memilih untuk tetap melajang, bahkan tidak sedikit yang wanita yang berani untuk memutuskan menjadi pendamping suami walaupun bukan dia yang pertama alias sebagai istri muda.

Bahkan ada juga yang memutuskan lebih baik tinggal bersama tanpa harus menikah alias jadi istri simpanan

Wallahualam, itu semua adalah pilihan……..

Disini mari kita berbagi cerita :

Bagi para istri : Alasan apa yang anda perimbangkan ketika memutuskan menikah (memilih) suami anda sekarang?

Bagi para suami : kira-kira alasan apa ya (menurut anda) kok istri anda mau memutuskan menikah sama anda?

Bagi para jomblo : Why…………….???

Bagi istri muda dan suami beristri lebih dari 1 : Monggo……………berbagi cerita

Iklan

7 thoughts on “Memutuskan jadi seorang ISTRI

  1. Wahh, makasih telah berkunjung ke blogku.

    Apa ya yang memutuskan untuk menjadi seorang isteri? Saya dulu takut menikah, hidup berdua dengan orang lain, bagaimana jika “si Dia” berubah? Dan bermacam pertanyaan lain….syukurlah sang calon saat itu tak henti menguatkan saya, jadi akhirnya saya berani menikah, itupun dengan berderet syarat (hahaha, untungnya ga pake perjanjian pra nikah, tapi cuma diomongi di mulut). Hmm jadi saya menikah udah sangat cukup umur,dan karena lingkunganku dunia kerja, semua teman wanita juga menikah di usia hampir sama, bahkan ada yang lebih dari 30 tahun.

    Kenapa akhirnya saya mau menikah? Karena saya senang anak kecil, dan ingin punya anak…lha bagaimana bisa punya anak, kalau tak menikah? Alasan yang sangat konyol ya, nggak ada romantisnya…tapi kalau pacaran sih …sangaaat suka…tapi tak mungkin juga pacaran terus.

  2. Terima kasih sudah jalan2 di blog saya dan menitip kata2nya. Menanggapan tulisan ibu diatas, saya pikir itu adalah keputusan yang sifatnya personal. Tiap individu memiliki alasan dan latar belakang masing2. Yang pasti, semua orang tentu ingin mendapatkan pasangan sejati.

  3. @ endratna : …tapi kalau pacaran sih …sangaaat suka… itu dulu sebelum menikah kan? kalo sekarang jangan ya, he..he..

    @ erander : semoga sudah mendapatkan pasangan sejati, mungkin ga ya pasangan sejati kita lebih dari satu?

  4. “Bagi istri muda dan suami beristri lebih dari 1 : Monggo……………berbagi cerita”

    yang diajak bercerita “hanya” isteri muda dan suami berisiteri lebih dari satu ya 😀 ? Kalo calon suami boleh gak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s