Mam, aku berasal dari mana sih?

Karena kantor mama papa ada diJakarta, jadi hari ini libur karena ada PILKADA, tapi karena rumah kami tidak dijakarta, dan anak-anak tidak libur sekolah, maka kami buat agenda hari ini akan jemput anak-anak sekolah sekalian makan diluar.

wah anak-anak senang sekali mendengar rencana kami yang akan menjemput mereka pulang sekolah, maklum selama ini mama papanya selalu pulang malem, wah PILKADA membawa berkah kata mereka.

Kami sengaja menjemput anak-anak sebelum bel pulang karena kami berfikir bahwa hari ini bakal banyak orang tua yang libur dan pasti banyak pula yang punya rencana menjemput anak-anak mereka dan tentunya hal ini berimbas pada jumlah mobil yang akan parkir dihalaman sekolah hari ini.

Benar saja, kalo saja kami terlambat sedikit pasti tidak kebagian parkir dan harus parkir jauh-jauh dari sekolah dan harus jalan agak jauh kesekolah dan harus bayar uang keamanan pula (walaupun keamanan tidak dijamin)

Seperti janji tadi pagi, sepulang sekolah kami makan diluar bersama-sama.

Ketika sedang makan anakku tiba-tiba nyeletuk : Mam aku ini asalnya dari mana sih? Aku dan suamiku sempat tersedak dan saling berpandangan beberapa saat… bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti seorang anak kelas 4 SD.

Setelah kami diam beberapa saat….

Akhirnya suamiku menjawab : Begini, dulu mama dan papa kan saling menyayangi lalu mama dan papa menikah lalu….lalu…lalu….bla..bla… sampai terjawab pertanyaan bagaimana dia bisa lahir didunia

Akhirnya terjawablah pertanyaan anakku dengan jelas dan padat, aku aja sampai kagum pada suamiku atas pemilihan kata-katanya dalam menjawab pertanyaan anakku, aku aja yang ditanya sempet ga bisa ngomong, ah aku hanya seoang istri biasa.

Tapi anakku kok malah keliatan ga puas dengan jawaban yang diberikan suamiku, dan berkata : Pa, tadi si umar ditanya bu guru asalnya dari mana dia jawab dari Jawa, lalu si Asep dari sunda, dan si Berto dari Ambon, lha aku ini asalnya dari mana ? soalnya mama kan dari jawa dan papa dari padang?

Gedubraaa..aakk??!!! wakak..kak…. Eh alah kok interpretasi kita terlalu jauh ya ha..ha….

 

‘CEMILAN’

Mam, nanti malam aku mau nonton pertandingan Bola antara arab Saudi dan Indonesia.

Siapin teh tubruk dan ‘CEMILAN’ untuk temeni nonton ya….

Anakku tiba-tiba nyeletuk : Apa sih cemilan itu

Suamiku menjawab dengan serius : ‘ Cemilan adalah makanan kecil yang bla…..bla….bla……. sampai sekitar hampir dua iklan udah selesai tayang di layar TV, saking panjangnya penjelasan suamiku (mungkin supaya anakku jelas)

Tapi anakku malah menyahut : cemilan itu cecudah celapan dan cebelum cepuluh wakak…kak… Gedubrak…

Ilang deh selera suamiku nonton bola, sebagai istri gua harus bertanggung jawab untuk memunculkan selera itu lagi, gimana dong?

Ah aku hanya seorang istri biasa……………………..

laki-laki kencing berdiri

ma, kenapa sih laki-laki kok kalo kencing berdiri?

aku tertegun sejenak, dan sampai beberapa saat masih belum bisa menjawab pertanyaan anakku yang masih balita.

Kenapa ya? pikirku sambil memikirkan suamiku, Lho…? iya aku membayangkan kenapa suamiku kok kencingnya berdiri, sebagai istri yang luar biasa tentunya tahu alasan apa yang membuat suaminya melakukan sesuatu (kencing. red)

Akhirnya aku menyerah, ga tahu jawabnya, ah…. aku hanya seorang istri biasa.

‘Soalnya, kalo laki-laki kencing sambil jongkok, nanti panjang-panjangnya kena lantai’ jawab anakku tanpa menoleh padaku

wakakak..kak… ha..ha…tak pernah terpikir dibenakku…… ternyata aku memang hanya seorang istri biasa