Memutuskan jadi seorang ISTRI
Juli 13, 2007
mamaendang
Menikah dan menjadi seorang istri, bukan keputusan yang sederhana dan gampang
Dilingkunganku, lingkungan anda dan lingkungan kita semua, banyak wanita yang memutuskan untuk mengabdi kepada orang yang bernama suami diusia belia, tapi tak jarang pula para wanita yang sudah tidak muda lagi belum juga memutuskan untuk menyandang gelar Nyonya, apalagi yang sudah mapan secara materi semakin banyak yang memilih untuk tetap melajang, bahkan tidak sedikit yang wanita yang berani untuk memutuskan menjadi pendamping suami walaupun bukan dia yang pertama alias sebagai istri muda.
Bahkan ada juga yang memutuskan lebih baik tinggal bersama tanpa harus menikah alias jadi istri simpanan
Wallahualam, itu semua adalah pilihan……..
Disini mari kita berbagi cerita :
Bagi para istri : Alasan apa yang anda perimbangkan ketika memutuskan menikah (memilih) suami anda sekarang?
Bagi para suami : kira-kira alasan apa ya (menurut anda) kok istri anda mau memutuskan menikah sama anda?
Bagi para jomblo : Why…………….???
Bagi istri muda dan suami beristri lebih dari 1 : Monggo……………berbagi cerita
Entry Filed under: News non gosip
7 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
Tom's | Juli 13, 2007 at 8:59 am
gw manis n atletis, wajar kalo istri gw tergila-gila ama gw.
2.
Redaksi Dewa Dewi | Juli 14, 2007 at 6:39 pm
Kunjungan balik, Buk. Terima kasih udah mo ngunjungin Majalah Dewa Dewi Online. Blog-nya udah di-link dan mejeng disana. Artikel ibu menarik, lhoh.
3.
edratna | Juli 18, 2007 at 12:20 am
Wahh, makasih telah berkunjung ke blogku.
Apa ya yang memutuskan untuk menjadi seorang isteri? Saya dulu takut menikah, hidup berdua dengan orang lain, bagaimana jika “si Dia” berubah? Dan bermacam pertanyaan lain….syukurlah sang calon saat itu tak henti menguatkan saya, jadi akhirnya saya berani menikah, itupun dengan berderet syarat (hahaha, untungnya ga pake perjanjian pra nikah, tapi cuma diomongi di mulut). Hmm jadi saya menikah udah sangat cukup umur,dan karena lingkunganku dunia kerja, semua teman wanita juga menikah di usia hampir sama, bahkan ada yang lebih dari 30 tahun.
Kenapa akhirnya saya mau menikah? Karena saya senang anak kecil, dan ingin punya anak…lha bagaimana bisa punya anak, kalau tak menikah? Alasan yang sangat konyol ya, nggak ada romantisnya…tapi kalau pacaran sih …sangaaat suka…tapi tak mungkin juga pacaran terus.
4.
erander | Juli 18, 2007 at 7:38 am
Terima kasih sudah jalan2 di blog saya dan menitip kata2nya. Menanggapan tulisan ibu diatas, saya pikir itu adalah keputusan yang sifatnya personal. Tiap individu memiliki alasan dan latar belakang masing2. Yang pasti, semua orang tentu ingin mendapatkan pasangan sejati.
5.
mamaendang | Juli 18, 2007 at 4:22 pm
@ endratna : …tapi kalau pacaran sih …sangaaat suka… itu dulu sebelum menikah kan? kalo sekarang jangan ya, he..he..
@ erander : semoga sudah mendapatkan pasangan sejati, mungkin ga ya pasangan sejati kita lebih dari satu?
6.
k'baca | Juli 25, 2007 at 10:20 am
walah walah………, kenapa ya?
“kebelet aje…!
7.
supriman | November 15, 2007 at 11:47 am
“Bagi istri muda dan suami beristri lebih dari 1 : Monggo……………berbagi cerita”
yang diajak bercerita “hanya” isteri muda dan suami berisiteri lebih dari satu ya
? Kalo calon suami boleh gak?