GEMPA (lagi) DI PADANG, SYIRIK?

2 Tahun yang lalu 14 september 2007,  terjadi gempa setelah seminggu sebelumnya kami keluarga besar pulang basamo ke padang, gempa menghancurkan tempat-tempat yang kami kunjungi, terutama di bukit tinggi

Tahun ini september 2009,  sebulan setelah kami keluarga besar pulang basamo (45 orang) ke padanga pada tangal 12 Agustus, terjadi lagi gempa yang lebih dasyat, yang meluluh lantakkan padang lebih hebat dari gempa yg terjadi pada september 2 tahun yang lalu (lagi…)

Add comment Oktober 6, 2009 mamaendang

selamat hari kartini

hari ini adalah hari kelahiran ibu kartini yang telah berjasa memperjuangkan nasib para wanita sehingga muncul emansipasi wanit.

Hari ini beberapa kantor memberi instruksi untuk memakai kain kebaaya bagi para karyawatinya, dan ternyata keluhan yang datang karena merasa ga nyaman memakai kebaya….

Astaga…….. saya takut kalop para wanita indonesia udah males pake kebaya, jangan heran kalo bebrapa saat lagi ada negara yang mengklaim kebaya sebagai pakaian nasionalnya.

Hari ini aku dan anak buahku pakai kebaya dan yang laiki-laki pakai pakaian nasional, alhamdulillah…

Pas berangkat kantor suamiku memuji : mama cantik dengan kebaya… Alhamdulilaah…ah aku hanya istri biasa…

Add comment April 21, 2009 mamaendang

Ma………. kak pipin jorok

Seperti biasa pulang kantor aku tiduran dan aku suka bercerita sama anak bungsuku yang baru berumur hampir 4 tahun, setelah aku cerita tentang binatang-binatang khayalan yang bisa membuat dia terpingkal-pingkal gantian dia yang cerita tentang kegiatannya disekolah tadi pagi

Tiba-tiba dia nyeletuk : ma tadi kak pipin jorok (pipin adalah anak tetangga yang sering main kerumah yang masih duduk di SD), mereka salah satu tetangga kami yg paling baik, seluruh keluarganya sayang sama anak bungsuku ini, hampir seperti anaknya sendiri

Lalu aku bertanya : jorok kenapa?

“tadi dia buka-buka celananya” jawab anakku

“Ya udah, kamu ga usah ikut-ikutan ya?’ kataku menenangkan, dan berfikir ah ini biasa dikalangan anak-anak seusia mereka

Lalu kami cerita-cerita ngalor ngidul lagi sambil ketawa-tawa, sampai akhirnya aku seperti disamber geledek ketika anakku bilang ; ‘Aku disuruh kak pin isep burungnya ma!’

Dengan menahan nafas aku nanya lagi tentang ucapan anakku, dan dia bercerita seolah-olah pipin yang nakal, lalu aku meyakinkan lagi dengan bertanya : Tapi kamu ga mau melakukan kan?

“ga mau. ah ma, aku gak mau kalo disuruh kak pin, tapi dia paksa-paksa terus….

Dengan menahan dada yang masih bergetar aku alihkan pembicaraan kami dengan topik lain, tapi aku gak konsen dan kembali bertanya kepad anakku : ‘Kamu gak pernah melakukannya kan?

dengan ketakutan dia jawab : Aku ga sengaja ma………

Sekali lagi aku bertanya dan jawabnya sama : tapi aku ga sengaja ma………

Seperti disambar petir dsiang bolong aku mendengarnya, dengan menahan tangis aku peluk erat anakku, Aku gundah, apa yang harus aku lakukan? langsung memanggil pipin dan menanyakan hal ini? atau aku bilang sama emaknya pipin? ah aku bingung harus bagaimana, bagaimanapun aku tidak ingin merusak suasana kekeluargaan dengan tetanggaku yang paling baik selama ini

Aku ingin cerita ke suami tapi udah bisa kubayangkan jawabannyan : Makanya, kamu ga usah kerja, dirumah aja ngurusin anak…………..

Siapkah aku dengan jawaban suamiku ini? Ah…. Aku hanya istri biasa dan bukan istri luar biasa

Can you help me please!

2 comments September 13, 2008 mamaendang

Tak Diberi Nafkah Batin

Disalah satu tabloid wanita minggu ini didalam rubrik tanya jawab, cukup menarik topiknya yaitu bertahun-tahun tidak diberi nafkah batin. alkisah ada seorang istri yang setelah kelahiran anak pertamanya, secara perlahan mulai dikurangi jatah ‘batinnya’ oleh sang suami

Padahal mereka berdua tidak ada masalah dan hubungan mereka dalam mengelola rumah tangga dan mengurus anak mereka baik-baik saja, tetapi sang suami tidak pernah berniat menfkahi istrinya padahal sang suami dalam keadaan sehat dan juga tidak punya wanita idaman lain

Setiap si istri mengajak sangsuami untuk membicarakan hal ini, selalu berakhir dengan kebuntuan dan tiad jawab penyebab semua ini,

Yang menarik dalam rubrik ini adalah konsultan dimajalah tersebut malah menceritakan bahwa ada seorang suami yang karena merasa tidak mampu menafkahi istrinya, dia rela mencarikan laki2 lain pilihannya untuk memuaskan kebutuhan istrinya. astafirullahaladzim.

Kalo kita yang berada diposisi sebagai istri seperti cerita diatas, apa yang harus kita lakukan???spiderman.gif

8 comments Oktober 11, 2007 mamaendang

Pembantu Rektor VS Wakil Rektor

Hari ini ada acara pelantikan dan serah jabatan Wakil Rektor (yang pasti bukan saya he.. but maybe next time ya?) yang dulu namanya adalah pembantu rektor tetapi sekarang diganti menjadi wakil rektor, kenapa?

Rektor dalam sambutannya memberi sedikit joke :

Dahulu ada seorang pembantu rektor yang rumahnya dibobol maling, kemudian pembantu rektor tersebut lapor ke kantor polisi.

Berikut petikan percakapan antara polisi dan Pembantu Rektor (Purek)

Polisi : ada apa pak?

Purek : rumah kami kemalingan pak

polisi : pekerjaan bapak?

Purek : Pembantu rektor

polisi : bapak itu kerjanya apa aja sih? makanya jangan tidur aja, sebagai pembantu harusnya jaga rumah supaya rumah rektor gak kemalingan….

purek : hah…………………

mungkin dari ilustrasi tersebut akhirnya ditempat kerjaku sekarang pembantu Rektor (Purek) diganti menjadi Wakil Rektor (Warek)

sasuke.gif

Add comment Oktober 9, 2007 mamaendang

Dilarang memberi pengemis, pengamen,pengasong

Eh jangan maen-maen loh, katanya sekarang udah mulai diberlakukan undang2 tentang pelarangan untuk memberi kepada pengemis, pengamen dan pengasong dilampu merah

waduh….. celaka nih, bisa-bisa kita yang tadinya mau membantu malah bisa2 kena denda atau bahkan mungkin bisa masuk penjara, kabur……….

Sebenernya sebel juga kalo pas lliat dijalan ada perempuan atau laki-laki yang masih muda (tapi pura2 tua dengan pakaian gembel) dan sebenernya masih kuat bekerja, tapi karena malas dan lebih enak menengadahkan tangan dari pada menyingsingkan lengan untuk bekerja, selintas aku jadi ingat pembantu dirumah yang udah separuh baya tapi rajin mengerjakan pekerjaan rumah, kalo udah begitu langsung lenyap selera untuk memberi mereka, ah… mendingan beliin sesuatu untuk pembantu aja deh.

Tapi kalo liat pengemis yang cacat (atau pura2? Walllahu alam) aku kasian juga, karena lapangan kerja mereka memang tidak banyak, dan paling sedih liat pengemis anak-anak karena kita tahunya bahwa penghasilan mereka pasti dipalak oleh oknum yang mempekerjakan mereka

Karena itu aku selalu fokus memberi ke anak2 pengemis tetapi aku tidak pernah memberi mereka uang, tetapi aku selalu menyiapkan susu kotak dimobil dan memberikan pada mereka dengan harapan dapat langsung dikonsumsi mereka dan tidak perlu disetor ke bos yang mempekerjakan mereka, hal ini juga untuk membantu menyehatkan anak2 jalanan.

Gimana tips saya ini? lumanayan kan? Komentar suamiku : ah kamu memang istri yang luar biasa…….

Ngomong2 kalo memberi susu/makanan dan bukan uang apa juga akan kena priitt?

1 comment Oktober 9, 2007 mamaendang

Gempa di Padang

Baru kemarin rasanya kaki ini pertama kali menginjak bumi minangkabau, dan masih teringat dibenakku tempat-tempat yang kami kunjungi

Tiba-tiba ada berita gempa disana melanda hampir semua tempat yang baru kami kunjungi, bahkan hotel tempat kami menginappun tak luput dari bencana, ngilu rasanya mendengar berita ini, rasanya kami masih ada disana dan bisa membayangkan dan ikut merasakan gempanya.

Andai bencana itu terjadi saat kami disana….. Ah tak dapat dibayangkan

Alhamdulillah kami masih diberi keselamatan, mohon do’a untuk saudara-saudara kita yang masih disana

5 comments September 14, 2007 mamaendang

Pulang Basamo

Setelah hampir 14 tahun menikah akhirnya baru sekarang aku menginjak kaki di ranah minang ‘Padang’kampung suamiku tercinta berada.

Selama ini kami selalu pulang kampung ke rumah orang tuaku di jawa timur, sampai-sampai suamiku diledekin saudaranya sebagai orang padang tergadai ha…ha……..

Aku tidak tahu,apakah harus merasa bangga atau kecewa dengan keadaan ini? ah mendingan bangga aja deh he..he… karena suami lebih seneng pulang kekampungku

Rencana pulang kampung ini mendadak saja, berawal dari kakaknya yang cerita mau pulang kampung, kemudian aku nyeletuk : ‘Pa kita ikut yuk!’ tanpa disangka suamiku bilang : ‘ya udah pesen aja sekalian tiketnya’

Hore!! anak2ku girang mendengarnya, nanti sekolah anak2 gimana ma? Ah bolos aja deh kataku, kapan lagi ada kesempatan seperti ini, ah……..aku hanya seorang istri biasa

Tidak disangka ternyata rencana ini menggoda anggota keluarga yang lain, akhirnya yang memutuskan pergi kepadang ada 27 orang! dengan komposisi 11 anak2 dan 16 dewasa, Alhamdulillah akhirnya kita PULANG BASAMO

Wah heboh banget diBandara, dari check in sampai pembagian kursi selalu ribut dan heboh, terutama anak2 yang berebut untuk duduk deket jendela, wah kalo inget film home alone seperti itulah gambaran keluarga kami, untung tidak ada yang anak yang ketinggalan, tapi ada yang mau terbawa masuk ke bagasi barang gara-gara ngikutin kopernya ha..ha..

Didalam pesawat, ketika tanda fastenseatbelt padam, anak yang masih balita (5 orang) langsung main dan lari-lari dikoridor pesawat, wah udah kaya taman bermain, dan kita sebagai orang tua tiada henti mulut ini berucap ; ‘Maaf ya pak,maaf ya bu’ kepada para penumpang lain♥

Bahkan ketika anakku lompat-lompat, ada seorang ibu dengan muka pucat bilang : ‘aduh jangan loncat-loncat dong! nanti pesawatnya jatuh’ kita merinding juga mendengarnya, tapi ternyata tidak mudah melarang anak2 menghentikan aktivitasnya, sampai suamiku bilang : ‘wah, ma kayaknya, kita bukan liburan nih, tapi ngasuh anak-anak! handle mereka dong ma! aku langsung jawab ; ‘ bikin anaknya kan berdua, ngasuhnya juga berdua dong! ah…….. aku hanya seorang istri biasa

Aku ga bisa bayangin 5 hari kedepan menyusuri sumatra barat dengan rombongan 27 orang ini, dimana didalamnya banyak pemimpin, pasti dalam menentukan route akan banyak pendapat yang berbeda, belum lagi menghandle 11 anak, yang notabene kita semua gak bawa pengasuh. semoga semua lancar dan menyenangkan amin!

Add comment September 7, 2007 mamaendang

Mam, aku berasal dari mana sih?

Karena kantor mama papa ada diJakarta, jadi hari ini libur karena ada PILKADA, tapi karena rumah kami tidak dijakarta, dan anak-anak tidak libur sekolah, maka kami buat agenda hari ini akan jemput anak-anak sekolah sekalian makan diluar.

wah anak-anak senang sekali mendengar rencana kami yang akan menjemput mereka pulang sekolah, maklum selama ini mama papanya selalu pulang malem, wah PILKADA membawa berkah kata mereka.

Kami sengaja menjemput anak-anak sebelum bel pulang karena kami berfikir bahwa hari ini bakal banyak orang tua yang libur dan pasti banyak pula yang punya rencana menjemput anak-anak mereka dan tentunya hal ini berimbas pada jumlah mobil yang akan parkir dihalaman sekolah hari ini.

Benar saja, kalo saja kami terlambat sedikit pasti tidak kebagian parkir dan harus parkir jauh-jauh dari sekolah dan harus jalan agak jauh kesekolah dan harus bayar uang keamanan pula (walaupun keamanan tidak dijamin)

Seperti janji tadi pagi, sepulang sekolah kami makan diluar bersama-sama.

Ketika sedang makan anakku tiba-tiba nyeletuk : Mam aku ini asalnya dari mana sih? Aku dan suamiku sempat tersedak dan saling berpandangan beberapa saat… bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti seorang anak kelas 4 SD.

Setelah kami diam beberapa saat….

Akhirnya suamiku menjawab : Begini, dulu mama dan papa kan saling menyayangi lalu mama dan papa menikah lalu….lalu…lalu….bla..bla… sampai terjawab pertanyaan bagaimana dia bisa lahir didunia

Akhirnya terjawablah pertanyaan anakku dengan jelas dan padat, aku aja sampai kagum pada suamiku atas pemilihan kata-katanya dalam menjawab pertanyaan anakku, aku aja yang ditanya sempet ga bisa ngomong, ah aku hanya seoang istri biasa.

Tapi anakku kok malah keliatan ga puas dengan jawaban yang diberikan suamiku, dan berkata : Pa, tadi si umar ditanya bu guru asalnya dari mana dia jawab dari Jawa, lalu si Asep dari sunda, dan si Berto dari Ambon, lha aku ini asalnya dari mana ? soalnya mama kan dari jawa dan papa dari padang?

Gedubraaa..aakk??!!! wakak..kak…. Eh alah kok interpretasi kita terlalu jauh ya ha..ha….

 

5 comments Agustus 8, 2007 mamaendang

1 suami 2 istri 3 anak : AKUR

Anak-anaku memanggil aku selalu dengan sebutan mamaendang, hal ini pernah membuat heran temanku dan bertanya ke anakku ; kenapa sih manggilnya kok mamendang? kenapa gak manggil mama aja?

 

Anakku menjawab : tante, kalo saya panggil mama aja, kan bingung soalnya banyak kan mama-mama yang lain, tapi kalo aku teriak mamaendang!! maka yang nengok pasti mamaendang aja, mama yang lain tidak perlu menanggapi panggilanku. hmm jawaban yang cukup masuk akal

 

Tetapi sebenarnya bukan itu maksudku mengajari anak-anaku memanggil aku dengan sebutan mamaendang.

 

Aku punya banyak ponakan dari kakak dan adik iparku, nah supaya kami semua akrab kami sepakat bahwa tidak ada beda antara anak dan ponakan sehingga dalam keluarga kami tidak ada istilah tante, om, bude, pakde, mak etek, pak etek, mak uwo, pak uwo, paklik, bulik, paman, bibi, dan sebagainya

Sehingga anak-anakku selain punya mamaendang dan pawan juga punya punya mama iza, mamaning, mamapi, bundais, bundai’, papadi, papano, papaman, dan ayahvan, ibuknik, bapakyok, bunuk, ayahnul dan ternyata dengan panggilan ini kami jadi dekat dan sayang dengan semua keponakan tanpa membedakan kasih sayangnya dengan anak

Suatu hari aku(mamaendang), dua anakku(irma dan aldo), satu keponakannku(andi), satu kakak iparku(mamaiza) dan suamiku(pawan) pergi ke jawa dengan kereta api, kami mengambil 6 tempat duduk, 4 kursi kami buat berhadapan, yg 2 kursi diseberang lorong

Disepanjang perjalanan anak-anak sangat gembira dan tiada henti-henti bercanda sehingga cukup menarik perhatian penumpang lain digerbong kami, karena suara mereka yang kadang cukup keras, sering kali terdengar kalimat-kalimat :

- Pawan tolong dong selimutku

- Mama iza minta kue yang ada kejunya dong

- Mamaendang bacain cerita dong

- dan bla… bla…. yg jelas kata-kata pawan, mamaiza dan mamaendang terdengar berulang-ulang dikumanangkan dari mulut anak-anak, dan menggema ditelinga para penumpang digerbong kami, (unutng ga da yang complain berisik, ada kali tapi ngedumel he..he..)

Kereta berjalan dengan ritme yang stabil dan hampir tidak terasa goyangannya

Namun Karena dingin AC kereta membuat aku berulang-ulang ketoilet, dan saat mau keluar dari toilet (setelah kesekian kalinya ketoilet) dan mau membuka pintu, tiba-tia tanpa sengaja aku mendegar suara orang bercakap didepan pintu toilet, yang membuat aku mengurungkan niat untuk keluar,

 

Begini obrolan yang kudengar : ‘Gila ya, hebat banget yang namanya pawan itu, bisa mengakurkan 2 istrinya yang bernama mamaendang dan mamaiza, ngiri deh’ Gedubraaa…akk matek aku, jadi gara2 panggilan mama ini membuat orang berpikir kita istri muda dan istri tua ha..ha…

 

Monggo…..bayangkan sendiri wajah kedua pengosip tersebut ketika melihat mukaku nonggol keluar dari pintu toilet?????

Cerita belum selesai,

 

Ketika berjalan dari toilet untuk menuju ketempat dudukku, terpaksa aku harus berhenti sejenak karena, ada suara dikursi (2 kursi dibelakang kami) yang hendak kulewati : ‘Eh kayaknya mereka itu istri tua dan istri muda ya !’ Gedubraa..kkk lagi!! untung.. gw ga jatuh gedubrak…

Ah seandainya benar suamiku punya istri 2, siapkah aku? bisakah aku akur dengan maduku? bisakah aku menyayangi anak2 tiriku? Ah kayakya berat dan belum bisa, Ah aku hanya seorang istri biasa……

25 comments Juli 23, 2007 mamaendang

Previous Posts

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

Februari 2010
S S R K J S M
« Okt    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Most Recent Posts